Posts

Showing posts with the label opini

Indonesia-Korea Selatan: Saudara Kembar Pinang, Cermin Dibelah.

Un diavolo scaccia l’altro. A devil punishes another devil . Satu quotes yang diucapkan Vincenzo, tokoh utama dalam series Korea Selatan yang berjudul serupa, Vincenzo. Sebagian latar series ini memang diambil langsung di Negeri Pizza, Italia. Maka, beberapa quote yang tersaji praktis juga dalam bahasa Itali. Di series ini penonton juga akan dimanjakan oleh luwesnya Song Joong Ki (pemeran Vincenzo) cas-cis-cus berbicara dalam bahasa pizza dan pasta. Aksennya cukup khas secara pribadi, mengingat saya sendiri sama sekali tidak mahir dalam bahasa Itali. Krispi nan gurih sekaligus empuk-empuk keju rasanya melihat Song Joong Ki berkali-kali pamer keluwesannya bicara dalam bahasa itu. Yes, tasted like a godd*mn whole pizza .

Apakah Setarling Visibel untuk Diakusisi?

Warga Jakarta tentu sangat familiar dengan brand kafe kopi dan minuman Setarbak. Selain harganya yang cukup premium, brand satu ini juga secara efektif (namun tidak efisien) menaikkan derajat sosial dalam pergaulan kawula muda. Sebenarnya tidak hanya warga Jakarta saja, Setarbak sejatinya memang sudah dikenal secara nasional.

Legadema

Legadema. Sebuah nama yang disematkan kepada seekor macan tutul betina muda di Afrika. Nama itu disematkan oleh dua peneliti (Derek dan Beverly Joubert) yang mulanya mengamati macan tutul itu dan berakhir keduanya jatuh hati pada si macan tutul cantik itu di tengah belantara alam Afrika. Derek dan Beverly kemudian mengabadikan Legadema dalam buku dan film dokumenter berjudul Eye of The Leopard

Tontowi, si Anak Magang? Nir Nalar

Tak pernah terbayang di benak Tontowi, sebagai atlet bulutangkis internasional, bahwa di ujung karir nasibnya justru distempel sebagai atlet magang oleh PBSI. Setelah karir cemerlang dan dominasinya di beberapa kejuaraan internasional, tentu sulit membayangkannya. Tontowi pun sedikit meradang, namun tetap dengan pembawaan yang  kalem.  Rasa kecewa yang ditunjukkannya sangat bisa dimaklumi. Bukan semata-mata karena Tontowi arogan, sombong atau ingin mendapat perlakuan istimewa. Namun setidaknya PBSI perlu menalar kembali keputusannya. Pemberian status sebagai atlet magang ini lebih terasa sebagai penghinaan daripada sekedar penetapan di satu surat keputusan organisasi yang menaungi olahraga tepok bulu se-Indonesia tersebut. Tontowi Ahmad atau akrab dipanggil Owi bersinar sebagai pemain bulutangkis sebagian besar saat dipasangkan dengan pemain putri Liliyana Natsir sekitar 2010 silam. Keduanya kerap menjuarai pertandingan internasional termasuk pada Olimpiade 2016 di Bras...

Ramadhan dan Lebaran yang Plain Vanilla, Nikmat

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah Taqaballahu Minna Wa Minkum Shiyamana Wa Shiyamakum Mercon bumbung atau mercon bambu. Perang sabetan sarung. Kentongan sahur. Rudal kembang api. Long-march ngabuburit . Semua itu hanya secuil dari keriangan masa kecil berpuasa Ramadhan. Bagi para tukang onar junior kelas 1 SD sekalipun, nuansa Ramadhan menghadirkan kesan mendalam yang tidak terukur indahnya. Kalau dulu tentu saja kesenangan utamanya adalah libur sekolah beberapa hari. Tidak rutin tahun ke tahun, sih memang. Namun kesenangan-kesenangan yang lain tidak kalah menyegarkan. Bulan puasa Ramadhan selalu ditandai dengan sholat tarawih yang bernyali, berwibawa, dan gegap gempita yang menguar tak karuan. Mushola dan masjid berlomba booking penyewaan tenda dan alas sholat tambahan. Alasannya? Animo peminat sholat tarawih perdana di setiap season Ramadhan ini tinggi. Rebutan shaf. Bahkan tak jarang titel senior, baik dari segi usia maupun keilmuan agama Islam, ikut menjad...

Jingkrak-Jingkrak Nir Nalar

Kejadian-kejadian menarik mewarnai lini sosial media beberapa hari ini. Bahkan ada beberapa yang cukup menggelitik sekaligus miris. Pertama, adalah kesalahpahaman lelang dalam acara konser kolaborasi MPR, BPIP dan BNPT. Kedua, adalah tindakan baku hantam antara salah seorang aparat dengan pemuka agama. Dalam pandangan pribadi, keduanya berasal dari gagal nalar. Lagi-lagi,  ya . Yang pertama adalah lelang. Sebagian besar pasti sudah mengetahui dan familiar dengan kata lelang. Tapi siapa sangka, tidak seperti itu yang terjadi pada Muhammad Nuh asal Jambi. Apa yang dialami oleh Muhammad Nuh ini memang sangat menggelitik, namun juga menjadi sangat miris melihat potret kehidupan berbangsa kita jika ditengok jauh ke pelosok. Ke bagian terkecil dari kehidupan berbangsa. Rakyat itu sendiri. Orang per orang. Muhammad Nuh tidak paham arti kata lelang. Ketiga lembaga negara MPR, BPIP, dan BNPT yang menjadi inisiator dilaksanakannya konser virtual solidaritas kemanusiaan. Temanya jug...

Spektrum Politik

Jusuf Kalla kembali mengutarakan opini publiknya. Beliau lagi-lagi menyoroti kebijakan penanganan pandemi Covid19 yang dikeluarkan oleh pemerintahan saat ini. Soal berdamai dengan virus. Jusuf Kalla memang secara pengalaman lebih  kenyang  ketimbang pejabat publik kebanyakan yang saat ini duduk di kursi penguasa. Lebih senior. Diuji oleh virus  flu burung. Beberapa saat lalu, Presiden Joko Widodo menghimbau masyarakat Indonesia untuk berdamai dengan Covid19. Hal tersebut tentu saja penyataan konotatif. Bersayap artinya. Namun hal ini serta merta menimbulkan berbagai reaksi di kalangan masyarakat dan elit politik. Tidak terkecuali Jusuf Kalla. Setidaknya beberapa hal yang disampaikan dalam pernyataan Jusuf Kalla terkait soal damai tadi. Pertama, istilah damai ini tidak tepat. Berdamai, sebut Jusuf Kalla, itu kalau dari dua belah pihak sepakat. Sedangkan bagaimana kita berkomunikasi dengan virus. Ini satir dan retoris . Kedua, sedari awal Jusuf Kalla mengusulkan o...

Kedok-Kedok Agama

Perang Aceh menjadi salah satu kondisi perang yang sangat berat bagi penjajah Belanda. Belanda menanggung salah satu biaya perang terbesar dalam kolonisasi Belanda di Indonesia. Banyak tentara yang gugur. Logistik gila-gilaan dipasok. Namun hasilnya nihil. Belanda kalang kabut. Perang Aceh menjadi perang vital yang harus dimenangkan kala itu. Tetapi pejuang Aceh sungguh ulet. Belanda pun berpikir keras. Sampai-sampai unit Marsose pun dibentuk. Namun faktor terpenting dalam pemenangan Perang Aceh terletak pada satu sosok. Snouck Hurgronje. Snouck Horgrenje lahir dengan nama lengkap Christiaan Snouck Hurgronje. Latar belakang pendidikannya adalah teologi , keagamaan. Perannya menjadi sangat penting saat Belanda menemui jalan buntu menghadapi pejuang-pejuang Aceh. Hurgronje adalah penganut Protestan yang taat. Namun demi kepentingan Belanda, dia akhirnya berani berkedok Islam. Hal ini bukan hal yang sulit baginya karena latar belakang studinya adalah teologi. Salah satu yang dipela...

Andai, Andai, Andai!

Terlalu banyak andai dalam penanganan pandemi ini. Andai tindakan  preventif  lebih aktif seperti beberapa negara, yang saat Wuhan mulai memerah, mereka sudah  gonjang-ganjing . Menutup jalur internasional, khususnya yang dari dan ke China. Menutup kota atau wilayah yang sudah mempunyai kasus penularan. Melakukan  tracking  dengan cepat karena sadar penularan virus ini seperti adu  sprint , beradu dengan waktu. Andai protokol darurat kesehatannya disusun lebih detil dan tegas. Mulai dari level nasional hingga ke unit-unit terkecil di desa dan unit kesehatannya yang mendampingi. Sehingga puskesmas dan unit kesehatan sejenis yang ada di masing-masing pelosok tidak gagap mengawal perpindahan warganya. Screening , pemeriksaan pendatang yang keluar-masuk, memperbanyak sarana isolasi, monitoring warga yang terduga maupun pasien yang dipantau. Sehingga dukungan kepada tenaga kesehatan benar-benar terasa, tidak hanya bergaung dalam jargon-jargon , lagu nyanyia...

Gatotkaca, Kapan Mengudara Kembali? Part #2

N250 dirancang untuk  multi-purpose. Fleksibel  digunakan sebagai pesawat komersil penumpang ataupun barang. Sebagai  carrier,  N250   cukup mumpuni dalam penerbangan berjarak pendek-sedang. Penerbangan pendek-sedang ini rata-rata berjarak 1.500 km hingga 4.000 km berdasarkan  eurocontrol . Sesuai dengan jarak rata-rata antar pulau di Indonesia yang mayoritas masuk dalam skala penerbangan pendek-sedang. Sebagai contoh, jarak penerbangan Jakarta-Bandar Lampung berkisar 200-250 km. Aceh ke Merauke dalam jarak kurang lebih 7.800 km. Artinya, negara kepulauan dengan 17.504 pulau seperti Indonesia, akan selalu mempunyai pekerjaan rumah besar dalam salah satu kegiatan utama ekonominya. Distribusi barang. Akses antar pulau yang terbatas menyebabkan mahalnya ongkos distribusi. Secara langsung hal itu akan menyebabkan njomplang -nya harga produksi dengan harga konsumsi suatu barang. Konsumen menanggung harga yang sangat mahal. Hal ini mungkin hampir tidak terasa ...

Gatotkaca, Kapan Mengudara Kembali? Part #1

Di masa pandemi seperti saat ini, salah satu hal yang paling tidak kita inginkan adalah terjadi krisis. Menyoal tentang krisis, Krisis Moneter 1998 atau  krismon  adalah salah satu yang terbesar dan membekas dalam sejarah bangsa Indonesia. Satu titik  turbulensi  yang tidak hanya menggoncang stabilitas sosial-ekonomi-politik-militer, tetapi juga menggeser dan meruntuhkan hegemoni  salah satu poros utama kekuasaan di Indonesia saat itu. Penguasa Orde Baru dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Sengaja soal lebih-kurang  barusan  dimunculkan agar tidak terjadi ledekan ala  Piye? Enak Jamanku, Tho?  Biar tidak terjadi saling lempar ejekan tentang enak jamannya siapa. Meskipun tidak dapat dibuktikan hubungan sebab-akibatnya secara langsung, sebelum krismon Indonesia berada pada satu momentum penting. Satu momentum yang mempunyai energi potensial terbesar untuk menjadikan Indonesia negara besar dan berdikari. Momentum apa itu? Pesawat kom...

Pegang Kemudi Kapalmu, Tuan

Bagi masyarakat Tiongkok, mungkin lockdown atau karantina wilayah dapat menjadi salah satu bagian dari new normal.  Dua hari yang lalu, Selasa 12 Mei 2020, otoritas wilayah di Shulan memberlakukan karantina wilayah kota yang berada di Provinsi Jilin tersebut. Kebijakan ini ditempuh pemerintah China setelah belasan kasus baru yang terdeteksi tiga hari sebelumnya. Sah, Shulan menjadi kota kedua di Tiongkok yang mendapat perlakuan  lockdown. Pemberlakuan lockdown ini otomatis menjadi perhatian seluruh dunia. Wabil khusus dari WHO, para kepala negara, industri-industri kesehatan, dan tak luput juga para ahli virus yang   sedang mengutak-utik genom-genom Covid19 demi mendapat vaksin ampuh sesegera mungkin. Kota Shulan seakan menjawab keraguan beberapa pemimpin dunia yang sedang maju-mundur untuk mengendurkan pembatasan wilayahnya. Bahwa perang sama sekali belum akan usai. Di China, perang tersebut memasuki babak kedua. Second wave. Kota Wuhan pun yang awalnya bersuka cit...

Pantaskah Kita Dipanggil Inlander? Part #2

Sanderson Beck (2008) dalam bukunya  South Asia 1800-1950  menyebutkan bahwa setidaknya terdapat 113 ribu wanita Eropa dalam 240 ribu warga Eropa pada koloni Hindia Belanda di tahun 1930 atau sekitar 0,5% dari populasi. Sedangkan sumber lain, Nico Van Nimwegen (2002:64) dalam tulisannya  De Demografische Geschiedenis vam Indische Nederlanders  ( The Demography of the Dutch in the East Indies ) juga mencantumkan angka yang hampir sama yaitu terdapat 240.417 orang Belanda dan Eurasian yang setara dengan 0,4% dari populasi. Hal ini berarti, pada tahun 1930, setidaknya terdapat kurang lebih 59-60 juta orang pribumi dan ras lain yang berada di dalam koloni Hindia Belanda yang dikuasai oleh penjajah. Segelintir tapi mampu mengontrol Nusantara. Padahal, jika pribumi kencing  bareng-bareng  saja sudah tenggelam mereka.  Guyonannya  seperti itu. Bangsa Eropa datang ke Nusantara melalui perdagangan. Jauh sebelum abad ke-15, sudah kondang tentang kepula...

Pantaskah Kita Dipanggil Inlander? Part #1

Napoleon Bonaparte pernah menyatakan satu pendapat tentang apa itu sejarah.  What is history, but a fable agreed upon? Kemudian Winston Churchill juga pernah mengatakan kalimat yang ikonik bernada serupa beberapa tahun setelahnya. History is always written by the winners. Meskipun orisinalitas quote tersebut masih belum jelas disematkan kepada siapa, (belakangan quote ikonik tersebut juga diatributkan pada Niccolò Machiavelli, diplomat-politikus sekaligus filsuf asal Italia di abad ke-15), namun quote itu sudah cukup melegenda dan kerap di comot kanan kiri dalam berbagai teks pidato bernuansa politik dan perjuangan. Sejarah Indonesia sebagai bangsa dan negara tentu tidak dapat dilepaskan dengan bagaimana para anak bangsa ini memperoleh kemerdekaannya. Pada peristiwa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia menang. Maka sebagai pemenang, bangsa Indonesia yang berhak menulis sejarah akan dirinya. Setidaknya seperti itu menurut Winston atau Napoleon atau Niccolò. ...

Robohnya Nalar Kami, kah?

Mushola atau langgar  atau surau pasti membekaskan satu ingatan yang cukup kuat dalam masa kecil setiap mayoritas pribadi-pribadi dewasa yang beragama Islam. Betapapun bejat  kehidupan pribadi-pribadi itu saat ini. Secara pribadi, ingatan itu lebih terasa lekat saat satu karya A.A. Navis menjadi materi pelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP. Robohnya Surau Kami.  Cerita pendek yang sangat identik dengan Ali Akbar Navis itu sendiri. Sebuah cerita tentang bagaimana bernalar dalam berkehidupan, bahkan dalam salah satu taraf paling  fundamental  yaitu   beragama dengan Tuhan dan berkehidupan dengan manusia. Serta, jika tidak sangat berat, berkesinambungan dengan alam.  Rahmatan lil Alamin.  Meskipun memang dalam  Robohnya Surau Kami  titik poinnya adalah tentang memaknai nalar agama dalam hubungan antar manusia. Pengalaman tentang bagaimana bernalar yang baik sebenarnya juga banyak ditawarkan dalam pelajaran-pelajaran yang lain. Yang...