Posts

Kaki Lima

Gerobak dia dorong, disandar.  Didorong lagi.  Katanya kakinya sakit, yang nomor lima. Padahal minggu kemarin sudah disambung.  Pakai bambu bonggol yang kering keras. Kaki nomor lima itu memang paling rajin menyangga gerobak.  Berjam-jam.  Terik.  Apalagi hujan.  Kini nyeri lagi.  Keluhnya.  Mungkin karena sang tuan murung.  Pulang tengah malam dengan pedang berjajar di dompetnya. Gunawan Wiyogo Siswantoro 17 Juni 2020

Tontowi, si Anak Magang? Nir Nalar

Tak pernah terbayang di benak Tontowi, sebagai atlet bulutangkis internasional, bahwa di ujung karir nasibnya justru distempel sebagai atlet magang oleh PBSI. Setelah karir cemerlang dan dominasinya di beberapa kejuaraan internasional, tentu sulit membayangkannya. Tontowi pun sedikit meradang, namun tetap dengan pembawaan yang  kalem.  Rasa kecewa yang ditunjukkannya sangat bisa dimaklumi. Bukan semata-mata karena Tontowi arogan, sombong atau ingin mendapat perlakuan istimewa. Namun setidaknya PBSI perlu menalar kembali keputusannya. Pemberian status sebagai atlet magang ini lebih terasa sebagai penghinaan daripada sekedar penetapan di satu surat keputusan organisasi yang menaungi olahraga tepok bulu se-Indonesia tersebut. Tontowi Ahmad atau akrab dipanggil Owi bersinar sebagai pemain bulutangkis sebagian besar saat dipasangkan dengan pemain putri Liliyana Natsir sekitar 2010 silam. Keduanya kerap menjuarai pertandingan internasional termasuk pada Olimpiade 2016 di Bras...

Ramadhan dan Lebaran yang Plain Vanilla, Nikmat

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah Taqaballahu Minna Wa Minkum Shiyamana Wa Shiyamakum Mercon bumbung atau mercon bambu. Perang sabetan sarung. Kentongan sahur. Rudal kembang api. Long-march ngabuburit . Semua itu hanya secuil dari keriangan masa kecil berpuasa Ramadhan. Bagi para tukang onar junior kelas 1 SD sekalipun, nuansa Ramadhan menghadirkan kesan mendalam yang tidak terukur indahnya. Kalau dulu tentu saja kesenangan utamanya adalah libur sekolah beberapa hari. Tidak rutin tahun ke tahun, sih memang. Namun kesenangan-kesenangan yang lain tidak kalah menyegarkan. Bulan puasa Ramadhan selalu ditandai dengan sholat tarawih yang bernyali, berwibawa, dan gegap gempita yang menguar tak karuan. Mushola dan masjid berlomba booking penyewaan tenda dan alas sholat tambahan. Alasannya? Animo peminat sholat tarawih perdana di setiap season Ramadhan ini tinggi. Rebutan shaf. Bahkan tak jarang titel senior, baik dari segi usia maupun keilmuan agama Islam, ikut menjad...

Jingkrak-Jingkrak Nir Nalar

Kejadian-kejadian menarik mewarnai lini sosial media beberapa hari ini. Bahkan ada beberapa yang cukup menggelitik sekaligus miris. Pertama, adalah kesalahpahaman lelang dalam acara konser kolaborasi MPR, BPIP dan BNPT. Kedua, adalah tindakan baku hantam antara salah seorang aparat dengan pemuka agama. Dalam pandangan pribadi, keduanya berasal dari gagal nalar. Lagi-lagi,  ya . Yang pertama adalah lelang. Sebagian besar pasti sudah mengetahui dan familiar dengan kata lelang. Tapi siapa sangka, tidak seperti itu yang terjadi pada Muhammad Nuh asal Jambi. Apa yang dialami oleh Muhammad Nuh ini memang sangat menggelitik, namun juga menjadi sangat miris melihat potret kehidupan berbangsa kita jika ditengok jauh ke pelosok. Ke bagian terkecil dari kehidupan berbangsa. Rakyat itu sendiri. Orang per orang. Muhammad Nuh tidak paham arti kata lelang. Ketiga lembaga negara MPR, BPIP, dan BNPT yang menjadi inisiator dilaksanakannya konser virtual solidaritas kemanusiaan. Temanya jug...

Spektrum Politik

Jusuf Kalla kembali mengutarakan opini publiknya. Beliau lagi-lagi menyoroti kebijakan penanganan pandemi Covid19 yang dikeluarkan oleh pemerintahan saat ini. Soal berdamai dengan virus. Jusuf Kalla memang secara pengalaman lebih  kenyang  ketimbang pejabat publik kebanyakan yang saat ini duduk di kursi penguasa. Lebih senior. Diuji oleh virus  flu burung. Beberapa saat lalu, Presiden Joko Widodo menghimbau masyarakat Indonesia untuk berdamai dengan Covid19. Hal tersebut tentu saja penyataan konotatif. Bersayap artinya. Namun hal ini serta merta menimbulkan berbagai reaksi di kalangan masyarakat dan elit politik. Tidak terkecuali Jusuf Kalla. Setidaknya beberapa hal yang disampaikan dalam pernyataan Jusuf Kalla terkait soal damai tadi. Pertama, istilah damai ini tidak tepat. Berdamai, sebut Jusuf Kalla, itu kalau dari dua belah pihak sepakat. Sedangkan bagaimana kita berkomunikasi dengan virus. Ini satir dan retoris . Kedua, sedari awal Jusuf Kalla mengusulkan o...

Kedok-Kedok Agama

Perang Aceh menjadi salah satu kondisi perang yang sangat berat bagi penjajah Belanda. Belanda menanggung salah satu biaya perang terbesar dalam kolonisasi Belanda di Indonesia. Banyak tentara yang gugur. Logistik gila-gilaan dipasok. Namun hasilnya nihil. Belanda kalang kabut. Perang Aceh menjadi perang vital yang harus dimenangkan kala itu. Tetapi pejuang Aceh sungguh ulet. Belanda pun berpikir keras. Sampai-sampai unit Marsose pun dibentuk. Namun faktor terpenting dalam pemenangan Perang Aceh terletak pada satu sosok. Snouck Hurgronje. Snouck Horgrenje lahir dengan nama lengkap Christiaan Snouck Hurgronje. Latar belakang pendidikannya adalah teologi , keagamaan. Perannya menjadi sangat penting saat Belanda menemui jalan buntu menghadapi pejuang-pejuang Aceh. Hurgronje adalah penganut Protestan yang taat. Namun demi kepentingan Belanda, dia akhirnya berani berkedok Islam. Hal ini bukan hal yang sulit baginya karena latar belakang studinya adalah teologi. Salah satu yang dipela...

Andai, Andai, Andai!

Terlalu banyak andai dalam penanganan pandemi ini. Andai tindakan  preventif  lebih aktif seperti beberapa negara, yang saat Wuhan mulai memerah, mereka sudah  gonjang-ganjing . Menutup jalur internasional, khususnya yang dari dan ke China. Menutup kota atau wilayah yang sudah mempunyai kasus penularan. Melakukan  tracking  dengan cepat karena sadar penularan virus ini seperti adu  sprint , beradu dengan waktu. Andai protokol darurat kesehatannya disusun lebih detil dan tegas. Mulai dari level nasional hingga ke unit-unit terkecil di desa dan unit kesehatannya yang mendampingi. Sehingga puskesmas dan unit kesehatan sejenis yang ada di masing-masing pelosok tidak gagap mengawal perpindahan warganya. Screening , pemeriksaan pendatang yang keluar-masuk, memperbanyak sarana isolasi, monitoring warga yang terduga maupun pasien yang dipantau. Sehingga dukungan kepada tenaga kesehatan benar-benar terasa, tidak hanya bergaung dalam jargon-jargon , lagu nyanyia...